November 26, 2008

BUKAN SEKEDAR HIDUP

***Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup***
~~~~~***~~~~ ~***~~~~~ ***~~~~~* **~~~~~** *~~~~~

"Your successes and happiness are forgiven you only if
you generously consent to share them. ?Kesuksesan dan
kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi
dengan orang lain." Albert Camus

Untuk dapat sekedar hidup, mungkin kita tidak perlu
bersusah payah mencari peluang ataupun memikirkan
bagaimana meningkatkan kualitas dan manfaat diri kita.
Namun sebagai mahluk yang paling spesial diantara
mahluk ciptaan Tuhan YME, kita berkewajiban untuk
mendapatkan kehidupan yang berarti. Kita harus
berupaya semaksimal mungkin. Sebuah pepatah bijak
menyebutkan, "Find a meaningful need and fill it
better than anyone else. Kejarlah sesuatu yang
bermakna, dan gunakanlah setiap peluang yang ada
secara lebih baik dari siapapun."

Ada beberapa langkah untuk menjadikan kehidupan kita
menjadi lebih berarti.

*Langkah pertama adalah memperbesar kemauan untuk
belajar.

Manusia mempunyai pikiran yang luar biasa, maka
gunakan pikiran tersebut untuk belajar menciptakan
kemajuan-kemajuan dalam hidup.

Kita dapat belajar dari berbagai hal, diantaranya
adalah belajar kepada pengalaman hidup, kegagalan,
kejadian sehari-hari, orang lain dan sebagainya. Maka
tingkatkan terus kemauan
belajar.

*Langkah kedua supaya kehidupan kita lebih berati
adalah mencoba melakukan sesuatu agar lebih dekat
dengan impian yang diidamkan.

Bekerjalah lebih keras, lebih aktif atau produktif.
Langkah ini sangat efektif dalam meningkatkan
kemungkinan mendapatkan uang, kekayaan atau segala
sesuatu yang berharga bagi manusia.

Satu hal yang patut dijadikan pedoman bahwasanya kerja
keras itu bukan semata-mata mengejar 5 P, yaitu power
(kekuasaan), position (posisi), pleasure (kesenangan) ,
prestige (kewibawaan) dan prosperity (kekayaan).

Setiap usaha yang hanya berorientasi kepada lima hal
tersebut memang menjamin kesuksesan atau bahkan hasil
yang melimpah ruah, tetapi tidak menjamin sebuah akhir
yang menyenangkan. Contohnya adalah sebuah fakta
tentang delapan orang miliarder di Amerika Serikat
yang berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago,
Illionis pada tahun 1923. Mereka adalah orang-orang
yang sangat sukses, tetapi mengalami nasib tragis 25
tahun kemudian.

Salah seorang diantara mereka adalah Charles Schwab,
CEO perusahaan besi baja ternama pada waktu itu, yaitu
Bethlehem Steel. Tetapi Charles Schwab mengalami
kebangkrutan total. Sehingga ia terpaksa berhutang
untuk membiayai hidupnya selama 5 tahun sebelum
meninggal.

Yang kedua adalah Richard Whitney, President New York
Stock Exchange.
Namun pria ini ternyata menghabiskan sisa hidupnya
dipenjara Sing Sing. Orang ketiga adalah Jesse
Livermore, raja saham "The Great Bear" di Wall Street.
Tetapi Jesse mati bunuh diri.

Orang ke empat adalah "The Match King", Ivar Krueger,
CEO perusahaan hak cipta, yang juga mati bunuh diri.
Begitu juga dengan Leon Fraser, Chairman of Bank of
International Settlement, ia mati bunuh diri.

Yang keenam adalah Howard Hupson, CEO perusahaan gas
terbesar di Amerika Utara. Tetapi ia sakit jiwa dan
dirawat di rumah sakit jiwa hingga akhir hidupnya.
Arthur Cutton sebelumnya adalah pemilik pabrik tepung
terbesar di dunia, tetapi ia meninggal di negri orang
lain.

Sedangkan Albert Fall, waktu itu ia adalah anggota
kabinet presiden Amerika Serikat. Namun ia meninggal
di rumahnya di Texas ketika baru saja keluar dari
penjara.

Di dunia ini tidak sedikit orang yang semula sangat
sukses, tetapi merana di tahun-tahun terakhir
kehidupan mereka.

Kehidupan mereka seakan-akan tidak berarti meskipun
sebelumnya sangat kaya raya. Upaya terbaik memang
dapat menghasilkan kesuksesan besar, tetapi bukan
berarti merupakan jaminan sebuah akhir kehidupan
sebagai manusia yang penuh arti.

Karena itu langkah berikutnya yang harus kita lakukan
adalah mengimbangi kerja keras dengan berbuat
kebaikan.

Seorang penulis pada abad 20-an yang berkebangsaan
Perancis, Andr?Gide, mendefinisikan kebaikan itu
sebagai berikut; "True kindness presupposes the
faculty of imagining as one's own the suffering and
joys of others. ?nbsp; Kebaikan yang sesungguhnya
adalah kemampuan merasakan penderitaan maupun
kebahagiaan orang lain."

Kerja keras yang diimbangi dengan berbuat kebaikan
akan menghasilkan semangat yang tinggi untuk
mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkan. Hal itu
terdorong oleh keinginan untuk dapat berbagi
kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya kebaikan
tersebut berpengaruh positif terhadap semangat hidup,
motivasi, dan kemajuan sikap dan ekonomi. James Allen,
penulis buku berjudul As a Man Thinketh mengatakan,
"Pemikiran serta perbuatan baik tidak mungkin
mendatangkan hasil yang buruk; pemikiran dan perbuatan
buruk tidak mungkin mendatangkan hasil baik."

Dengan belajar, bekerja keras dan berbuat kebaikan
maka kita akan dapat menciptakan kehidupan yang jauh
lebih berarti.

Langkah-langkah sebagaimana dijelaskan diatas terbukti
juga sangat efektif menjadikan kesan positif tentang
diri kita tidak mudah dilupakan orang. Saya meyakini
bahwa kita masih mempunyai banyak kesempatan dan
potensi untuk mendapatkan kehidupan berharga itu
dimanapun dan apapun pekerjaan kita.

Tidak ada komentar: