November 26, 2008
FA
About Forex
Sebelum anda bertransaksi forex (pasar valuta asing), ada baiknya bila anda mempelajari terlebih dahulu informasi mengenai forex, cara transaksi dan resiko investasi.
________________________________________
o Sekilas mengenai Forex
o Pemahaman membaca bid/ask Forex
o Perbandingan Forex (pasar valuta asing) dengan Saham
o Dana yang dibutuhkan dalam transaksi Forex
o Waktu transaksi Forex
o Pemahaman Analisa Teknikal (grafik)
o Pemahaman Analisa Berita (fundamental)
o Resiko Investasi
Sekilas mengenai Forex
Pasar Devisa, juga dikenal sebagai " Forex" atau " FX" pasar adalah pasar uang yang paling besar di dunia, dengan harian rata-rata perputaran diatas US$1 trilyun, 30 kali lebih besar dari volume yang dikombinasikan dari semua pasar saham di dunia.
Devisa adalah pembelian dari satu mata uang dan penjualan dari yang lain. Sebagai contoh Euro/US Dolar ( EUR/USD) atau US Dollar/Japanese. Ada dua pertimbangan untuk jual bell mata uang. Sekitar 5% dari perputaran yang sehari-hari adalah dari perusahaan dan pemerintah yang membeli atau menjual produk dan jasa dalam suatu negeri yang asing atau harus mengkonversi laba mata uang asing ke dalam mata uang domestik mereka. Yang lain 95% perdagangan untuk laba, atau spekulasi.
Untuk spekulan, jauh lebih baik dalam berdagang/bertransaksi "Forex" karena peluang untuk mendapatkan profit/keuntungan yang lebih besar dan cepat, membeli atau menjual satu mata uang lain dengan harapan bagaimana membuat suatu laba ketika nilai dari mata uang berubah. Saat ini, lebih dari 85% dari semua transaksi sehari-hari melibatkan perdagangan dari mata uang dunia yang fluktuatif, yang meliputi US Dolar, Yen Jepang, Euro, Poundsterling, Swiss Franc, dll. Transaksi Forex saat ini dapat dilakukan dengan cara melalui online trading, dimana para investor dapat melakukan langsung transaksi perdagangan Forex via internet dengan real time pergerakan harga.
Pemahaman membaca bid/ask Forex
US Dollar merupakan sebagai mata uang pembanding di pasar Forex. Contoh dalam hal ini, USD/CHF, USD/JPY. Jika pada pergerakan harga Forex terjadi USD/JPY = 120.01, maka artinya adalah USD$ 1 = JPY 120.01. J ika dalam pergerakan harga Forex, mata uang kedua dimana pembandingnya adalah USD$, mengalami kenaikan, maka artinya mata uang asing tersebut sedang dalam keadaaan melemah terhadap USD$. Contoh : Pergerakan USD/JPY yang semula = 120.01, berubah menjadi 123.01, maka berarti, mata uang Jepang (JPY) sedang mengalami pelemahan terhadap USD$.
Pengecualian terhadap aturan dasar bahwa USD$ adalah sebagai mata uang dasar adalah untuk GBP ( Poundsterling ), AUD$ ( Australian Dollar ), EUR ( Euro ). Contoh : GBP/USD = 1.4366, ini berarti 1 GBP = 1.4366 USD, mata uang USD$ sedanga mengalami pelemahan terhadap GBP.
Dalam pergerakan harga di Forex, selalu terlihat adanya harga "bid" ( harga jual/SELL) dan "ask" ( harga beli/BUY). Harga "bid" merupakan penetapan harga untuk menjual suatu mata uang, dan harga "ask" merupakan penetapan harga untuk membeli suatu mata uang. Dengan kata lain, dalam membaca pergerakan harga pasar Forex, mata uang pertama merupakan sebagai mata uang dasar, dan mata uang kedua merupakan sebagai obyek pembanding. Bila pergerakan harga mengalami kenaikan angka, maka mata uang obyek pembanding mengalami pelemahan, bila pergerakan harga mengalami penuran angka, maka mata uang obyek pembanding mengalami kenaikan.
Bid = Harga Jual Ask = Harga Beli
High = Harga tertinggi yang terjadi pada saat/hari itu
Low = Harga terendah yang terjadi pada saat/hari itu.
Symbol = Jenis Mata uang yang diperdagangkan
Bila anda ingin melakukan SELL (Jual), maka harga yang anda dapatkan adalah harga di bagian BID, sedangkan bila anda ingin BUY (Beli), maka harga yang anda dapatkan adalah harga dibagian ASK
Contoh :
Bila kita mengambil posisi transaksi Beli/Buy/Long pada mata uang EUR/USD, di level harga 1.2649 (harga pada ASK) dengan jumlah quantity (lot) sebanyak 10 lot. Maka untuk mendapatkan Keuntungan/Profit, posisi tersebut harus DITUTUP/Closed bila harga pada kolom SELL ( angka sebelah kiri / BID ) menunjukkan harga di level 1.2649 atau lebih. Tetapi bila posisi Beli/Buy/Long kita tersebut DITUTUP/closed pada level harga 1.2649 atau kurang, maka transaksi mengalami Kerugian/Loss.
Perbandingan Forex (pasar valuta asing) dengan Saham
Jika anda tertarik akan perdagangan mata uang online (online trading), anda akan temukan bahwa Forex menawarkan beberapa keuntungan diatas Pasar Modal/Pasar Saham lainnya.
24 Jam Transaksi Perdagangan Forex
Forex adalah suatu pasar perdagangan 24 jam, menawarkan suatu keuntungan yang lebih dari atas pasar modal/pasar saham. Di suatu tempat di dunia selalu ada para pembeli dan para penjual dengan aktif berdagang mata uang asing. Pedagang dapat selalu bereaksi terhadap berita, dan P&L/Rugi-Laba tidaklah terpengaruh oleh jam kerja laporan atau konferensi/laporan analis.
Likuiditas Superior
Dengan tingkat volume perdagangan Forex yang 50x lebih besar dari Pasar Bursa New York, selalu ada broker/dealers berkeinginan membeli atau menjual mata uang di pasar Forex. Likwiditas dari pasar ini, terutama mata uang yang utama nya, bantuan untuk memastikan stabilitas harga. Pedagang hampir dapat selalu terbuka atau dekat suatu posisi pada suatu harga pasar yang adil.
Cara Manajemen yang paling efektif dalam transaksi di pasar Forex adalah dengan menghitung secara teliti dan ketat hubungan antara resiko dan margin/dana yang digunakan secara tertib dan konsisten menggunakan batasan-batasan penghentian oreder/transaksi yang akan dilakukan. Memikirkan dan menetapkan pada suatu sistem analisa dalam transaksi Forex, dan mengkontrol emosi diri.
Kesempatan 2 Arah
Dalam transaksi Forex, anda akan mendapatkan kesempatan untuk meraih profit/keuntungan dalam 2 arah perdagangan, yaitu saat harga naik maupun turun. Contoh : USD/JPY = 103.45, diperkirakan mata uang Yen Jepang akan melemah terhadap USD$, maka action/transaksi yang harus anda lakukan adalah dengan membeli (BUY). Jika diperkirakan mata uang Yen Jepang menguat terhadap USD$ maka action/transaksi yang harus anda lakukan adalah menjual (SELL).
uptrend, harga bergerak naik (BUY atau LONG) downtrend, harga bergerak turun (SELL atau SHORT)
Dana yang dibutuhkan dalam Transaksi Forex
Perbandingan 100:1
Dalam Forex, perbandingan 100:1 dapat diartikan bahwa anda bisa melakukan transaksi beli/jual mata uang asing hanya dengan menggunakan margin/dana sebesar 1% dari nilai sebenarnya. Contoh : bila anda ingin melakukan aksi Buy untuk Franc Swiss, maka dana jaminan yang harus anda keluarkan hanya sebesar USD$1,000 dari nilai sebenarnya yaitu USD$100,000 untuk 1 lot.
Dengan begitu, anda bisa meningkatkan daya beli/jual dalam bertransaksi di pasar Forex dengan lebih sedikit pengeluaran tunai yang harus dikeluarkan. Dalam hal ini dapat memperbesar laba/profit dan memperkecil resiko/kerugian.
Contoh Transaksi :
Dalam investasi perdagangan Forex, anda menanamkan dalam account/rekening perdagangan sebesar USD$10,000. Anda memprediksikan/memperkirakan bahwa harga USD$ saat ini adalah harga rendah dan akan menguat terhadap Franc Swiss.
Untuk strategi ini, maka anda harus melakukan aksi beli (buy) dan menantikan kenaikan nilai tukar
Saat anda melakukan aksi beli tersebut, harga bid/ask untuk USD/CHF adalah 1.6322/1.6327. ( yang artinya anda bisa membeli diharga 1.6327 atau menjual di harga 1.6322.). Bila anda melakukan aksi beli, berarti anda melakukan transaksi beli di harga 1.6327.
Dengan perbandingan 100:1, maka anda dapat membeli 1 lot dengan margin/dana jaminan sebesar USD$1,000. Dengan begitu, dana investasi dalam account/rekening anda akan berkurang USD$1,000 menjadi USD$9,000 ( dimana dana jaminan USD$1,000 ini akan dikembalikan ke rekening dagang anda pada saat anda telah menutup transaksi yang berjalan ).
Seperti yang telah anda perkirakan sebelumnya bahwa USD$ akan menguat terhadap Franc Swiss, hingga nilai tukar USD/CHF mencapai 1.6435/40. Maka anda dapat menutup transaksi anda dengan melakukan aksi jual (sell) pada nilai 1.6435.
Perhitungan :
Harga Tutup - Harga Buka = 1.6435 - 1.6327 = 0.0108 point
profit = 0.0108 x USD$100,000 = CHF 1,080
profit dalam USD$ = 1080 : 1.6435 = USD$ 657.13
Resume :
Investasi awal = USD$ 10,000, dana yang digunakan : USD$ 1,000
Profit = USD$ 657.13, Return on Investment = 65,7%
Waktu Transaksi Forex
Open 24 jam setiap harinya dari Minggu jam 2 PM waktu New York s/d Jumat jam 4 Pm waktu New York
Market Hours
Timezone New York GMT
Tokyo Open 7:00 pm 0:00
London Open 3:00 am 13:30
New York Open 8:00 am 19:30
Pemahaman Analisa Teknikal (grafik)
Analisa teknis adalah suatu metoda meramalkan pergerakan harga dengan memperhatikan data yang semata-mata market-generated. Menggunakan data dari pasar tertentu adalah paling umum dalam jenis informasi yang dianalisa oleh suatu teknisi, meskipun demikian akan juga menyimpan dan mengamati secara seksama volume dan membuka minat pada masa depan kontrak.
Dasar-dasar analisa teknikal yang sering digunakan oleh para trader/pialang/pelaku pasar Forex :
Trend, pergerakan harga mata uang dengan menunjukkan suatu kecenderungan arah pergerakan - up, down, or flat.
Bullish vs Bearish
• Bullish, berasal dari kata 'Bull' atau sapi jantan, menunjukkan indikasi pergerakan harga untuk bergerak up atau naik
• Bearish, berasal dari kata 'Bear' atau beruang, menunjukkan indikasi pergerakan harga untuk bergerak down atau turun
Support & Resistance
• Support, area harga di mana ditemukan bahwa sulit harga pasar untuk menembus lebih rendah.
• Resistance, area harga di mana ditemukan bahwa sulit harga pasar untuk menembus lebih tinggi.
Pemahaman Analisa Berita (fundamental)
Analisa pokok berita memusat pada bidang ekonomi, sosial, politik dan perang yang dapat memacu adanya suatu permintaan dan penawaran. Analis yang pokok memperhatikan berbagai indikator yang macroeconomic seperti daftar biaya pengiriman barang-barang pertumbuhan ekonomi, tingkat bunga, inflasi, dan pengangguran.
Bagaimanapun, anda akan harus sampai pada suatu metoda yang tepat seperti bagaimana terbaik untuk menterjemahkan informasi ini ke dalam masukan dan poin-poin jalan keluar tertentu dalam strategi transaksi Forex.
Harga mata uang mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran untuk mata uang. Dua faktor yang utama yang mempengaruhi permintaan dan penawaran adalah tingkat bunga dan keseluruhan kekuatan ekonomi. Indikator yang ekonomi seperti GDP, investasi asing, dan saldo/timbangan perdagangan mencerminkan kesehatan yang umum dari suatu ekonomi, oleh karena itu, bertanggung jawab untuk mendasari permintaan dan penawaran pergeseran dalam untuk mata uang itu.
Bagi pedagang Forex, berita adalah semua hal yang membuat suatu negeri berdetak. Dari tingkat bunga dan kebijakan bank sentral ke bencana yang alami, berita adalah suatu campuran yang dinamis dari rencana yang terpisah, perilaku yang tak menentu dan peristiwa yang tak terduga. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mendapatkan suatu berita paling berpengaruh adalah untuk merumuskan secara menyeluruh semua " Fundamentals" atau berita yang ada.
Resiko Investasi
High Risk Investment - Perdagangan Forex/Futures pada dasarnya membawa resiko yang lebih tinggi, dan tidak boleh investor tidak peduli dengan segala resiko yang ada. Sebelum memutuskan untuk transaksi Forex/Futures, anda perlu secara hati-hati mempertimbangkan sasaran hasil investasi anda, tingkat pengalaman, dan segala resiko. Kemungkinan ada bahwa anda merugi dari investasi ini. Anda harus sadar akan semua resiko dihubungkan dengan perdagangan valuta asing, dan mencari nasihat dari suatu penasehat keuangan mandiri jika anda mempunyai keraguan.
Internet Trading Risk - Ada resiko dihubungkan dengan pemanfaatan suatu pelaksanaan yang Internet-based yang mencakup, tetapi tidak membatasi pada, kegagalan dari perangkat keras, perangkat lunak, dan Internet koneksi.
Pada halaman selanjutnya, Anda bisa mengetahui tips dan trik yang Anda perlukan untuk melakukan trading forex
Tips dan trik transaksi Forex
o Apa yang membuat fluktuasi pergerakan pasar Forex ?
o Mata Uang yang paling berfluktuasi berdasarkan Waktu Perdagangan
o Membaca Arah Pergerakan Harga Forex secara LONG Term (Jangka Panjang) maupun SHORT Term (Jangka Pendek)
o Indicator dan Teknik untuk pengambilan keputusan transaksi Forex secara Obyektif
o 4 Indicator yang umum digunakan oleh para trader Forex
Tips dan Trik Transaksi Forex
Apa yang membuat fluktuasi pergerakan pasar Forex ?
Pertumbuhan Ekonomi
Setiap investor menginginkan investasi yang mereka tanamkan pada suatu negara dengan keadaan ekonomi yang stabil. Para pialang Forex mencari akses berita maupun data-data faktor positif maupun negatif mengenai pertumbuhan ekonomi suatu negara seperti ketenagakerjaan, perdagangan dan pendapatan perkapita.
Stabilitas Politik
Investor akan melihat apa saja yang menjadi topik utama pemberitaan pada suatu negara yang menyangkut stabilisasi politik negara tersebut maupun dunia. (contoh : bencana alam, teroris, politik dll.)
Tingkat Suku Bunga Bank
Uang mengikuti kemanapun arah tingkat suku bunga Bank. Jika tingkat suku bunga Bank naik, maka uang akan datang dari segala penjuru dunia dikarenakan investor ingin mempercepat tingkat pengembalian investasi mereka. Saat ini, penentuan keadaan inflasi keuangan dunia banyak dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dari lembaga-lembaga keuangan dunia seperti BOE, FED, ECB, BOJ dan beberapa Bank sentral dunia lainnya. Faktor Negatif Faktor Positif
Rise in Unemployment
Fall in GDP
Fall in Exports
Fall in Interset Rates
Geo-Political Tensions
Natural Disaster
Threat of Terrorism Fall in Unemployment
Rise in GDP
Rise in Exports
Rise in Interest Rates
Tips :
Bila suatu negara mengalami "faktor negatif" maka nilai mata uang negara tersebut akan melemah, sebaliknya bila negara tersebut mengalami "faktor positif" maka nilai mata uang negara tersebut akan menguat.
Mata Uang yang paling berfluktuasi berdasarkan Waktu Perdagangan
Tokyo Trading Session
7:00 PM - 4:00 AM (EDT)
Average Daily Volume $210 bn London Trading Session
3:00 AM - 12:00 PM (EDT)
Average Daily Volume $580 bn New York Trading Session
8:00 AM - 5:00 PM (EDT)
Average Daily Volume $330 bn
GBP/JPY, GBP/CHF, USD/JPY, AUD/USD, NZD/USD
Tips:
USD/JPY, GBP/USD dan USD/CHF adalah pilihan terbaik untuk transaksi dengan jangka waktu medium ataupun long.
Rata-rata pergerakan 90 pips. GBP/CHF, GBP/JPY, GBP/USD, USD/CHF, USD/CAD, EUR/USD
Tips:
JPY akan ditinggalkan oleh para trader sehingga membuat pergerakan mata uang ini akan tidak terlalu flutuatif/stagnasi.
Rata-rata pergerakan 120 pips. USD/CHF, GBP/USD, USD/CAD, EUR/USD
Tips :
EUR/GBP dan EUR/CHF akan ditinggalkan oleh para trader, tetapi pergerakan yang kecil memungkinkan untuk mencari keuntungan.
Rata-rata pergerakan 30 - 170 pips.
Membaca Arah Pergerakan Harga Forex secara LONG Term (Jangka Panjang) maupun SHORT Term (Jangka Pendek)
Untuk membaca pergerakan harga secara Long Term (jangka panjang), gunakan tampilan grafik dengan skala waktu : daily (harian). Sedangkan untuk membaca pergerakan harga secara Short Term (Jangka Pendek), gunakan tampilan grafik dengan skala waktu : 1 minute.
Dibawah ini adalah sebuah contoh penentuan posisi transaksi apa yang akan kita ambil dalam perdagangan mata uang EUR/USD.
Tips:
Long Term sebagai pedoman untuk Short Term. Lebih aman bila melakukan transaksi Short Term menunggu saat yang tepat agar sesuai dengan arah trend Long Term.
Contoh:
bila Long Term menunjukkan SELL, maka untuk Short Term sebaiknya menunggu saat/timing untuk melakukan SELL di titik yang tertinggi (sesuai dengan pergerakan indicator grafik).
Indicator dan Teknik untuk pengambilan keputusan transaksi Forex secara Obyektif
indicator grafik hanyalah merupakan suatu panduan dalam memprediksi pergerakan harga yang membantu investor dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat dan obyektif dalam bertransaksi di Forex. Oleh karena itu, investor harus benar-benar memiliki psikologi trading yang tinggi hingga dapat melihat pergerakan harga serta mengambil keputusan secara obyektif.
Powerful Indicator :
________________________________________
â–ª Moving Average parameter 28 ; 8
â–ª Stochastic Slow, parameter 14,5,5
â–ª Momentum, parameter 14
â–ª MACD
â–ª RSI, parameter 14
Manajemen Kapital :
________________________________________
â–ª Maksimal 40% penggunaan margin untuk transaksi.
â–ª Tetapkan batas resiko yang anda perhitungkan sebelumnya. (Saran : maksimal resiko sebesar 20% dari nilai investasi awal )
â–ª Disiplin trading, dalam hal ini anda harus menguasai teknik-teknik dalam memperkirakan/memprediksi pergerakan harga Forex ( Analisa maupun berita )
â–ª Kontrol Emosi Anda,dalam bertransaksi di Forex, kuasai diri anda agar tidak melanggar batas-batas disiplin yang telah anda tetapkan sendiri untuk anda.
Teknik meminimalisir resiko :
________________________________________
â–ª Cut & Switch
memotong kerugian aktual transaksi dan membuka posisi yang sesuai dengan trend pergerakan harga yang terjadi. Dalam hal ini, untuk mengurangi kesalahan/kerugian yang terjadi, investor melakukan aksi tutup kerugian dan membuka posisi yang sesuai dengan pergerakan harga
â–ª Double Cover
aksi transaksi seperti cut & switch diatas dengan penambahan lot transaksi, hingga kerugian yang telah terjadi dapat tertutupi dengan penambahan lot transaksi tersebut.
â–ª Wait & See
merupakan langkah tepat untuk melakukan transaksi di Forex, dalam hal ini investor melihat dan menunggu dengan seksama timing/waktu yang tepat untuk melakukan aksi Buy/Sell. Untuk ini, investor dapat melihat panduan dari indicator grafik yang menunjukkan pergerakan harga jenuh, baik harga jenuh beli (over bought) maupun harga jenuh jual (over sold).
Moving Average (MA)
garis yang menunjukkan pergerakan rata-rata harga suatu mata uang dalam Forex. Parameter (time period) dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan trader dalam menganalisa. Parameter yang disarankan adalah 28 dan 8.
Cara baca grafik :
bila garis MA dengan parameter 8 berada diatas garis MA parameter 28, maka aki yang dilakukan adalah BUY, begitu juga sebaliknya.
Moving Average Convergence/Divergence (MACD)
indikator yang menunjukkan pergerakan harga suatu mata uang dalam Forex dalam keadaan JENUH BELI (ovebought) atau JENUH JUAL (oversold). Jenuh Beli adalah keadaan dimana pergerakan mata uang tersebut sudah mengalami titik tinggi, dengan demikian dapat diprediksikan bahwa harga sudah tinggi dan akan mulai bergerak turun. Sebaliknya bila Jenuh Jual, maka harga sudah mengalami titik rendah, hingga prediksinya kemudian adalah harga akan bergerak naik.
Cara baca grafik :
Bila grafik sudah masuk dalam area Jenuh BELI, maka aksi yang harus dilakukan adalah SELL, sedangkan bila grafik sudah masuk dalam area Jenuh JUAL, maka aksi yang harus dilakukan adalah BUY. Indikator MACD ini untuk menganalisa pergerakan mata uang dalam jangka waktu panjang (long term).
Definisi Singkat Beberapa Data Fundamental Perekonomian
All Industries Index
Indeks ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah di-adjust (disesuaikan) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.
ABC Consumer Confidence
Adalah survey kepercayaan konsumen yang dirilis oleh lembaga riset swasta Redbook Research. Dengan skala rating berkisar mulai dari -100 hingga +100, survey ini memiliki fungsi yang sama dengan survey-survey kepercayaan konsumen lainnya.
Average Hourly Earnings
Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.
Business Inventories
Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.
Business Confidence
Indeks kepercayaan bisnis yang dirilis per bulan ini menunjukkan bagaimana para pengusaha dalam mengevaluasi kondisi ekonomi dan politik saat ini dan bagaimana mereka memperkirakan prospek perekonomian dalam jangka 6 bulan ke depan.
CBI Survey
Organisasi pengusaha terbesar di Inggris, memfokuskan pada menciptakan mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI menerbitkan survei tiap bulan dan empat bulan sekali terhadap penilaian pada sektor jasa dan manufaktur masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukan pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga, investasi, dan permintaan ekspor/impor.
Challenger Layoffs (Job Cuts)
Adalah laporan bulanan mengenai jumlah pemotongan kerja yang diumumkan perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, semakin kecil angka Challenger Layoffs, berarti semakin banyak penduduk yang bekerja. Pekerjaan berarti penghasilan, dan tingkat penghasilan berhubungan erat dengan tingkat konsumsi yang merupakan pelumas bagi roda perekonomian. Singkatnya, semakin kecil angka Challenger Layoffs, semakin sehat perekonomian.
Chicago PMI (Purchasing Managers´ Index)
Merupakan data PMI dari kawasan Chicago dan sekitarnya. Lingkup survey meliputi baik sektor indusri, maupun sektor non-industri (yang jarang disadari oleh para pelaku pasar). PMI sendiri merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti sektor bisnis mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur aktivitas produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
Coincident Indicator
Adalah salah satu data penting yang menunjukkan kondisi perokonomian terkini, karena berhubungan erat dengan siklus bisnis.
Consumer Confidence
Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.
Construction Spending
Pengeluaran konstruksi mengukur nilai konstruksi selama bulan tertentu.
Consumer Price Index (CPI)
Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.
C S P I
Adalah kependekan dari Corporate Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga dari sektor jasa.
Current Account
Adalah selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan.
Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.
Durable Goods Orders
Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).
Existing Home Sales
Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan kembali rumah bekas tinggal. Sangat berguna untuk mengetahui kondisi konsumen saat ini karena konsumen tentunya hanya akan membeli rumah jika merasa "aman" dengan kondisi keuangannya.
Export/ Import Prices
Meski tidak termasuk data penggerak utama market, harga-harga ekspor/impor juga berguna untuk mengindikasi tekanan inflasi dari perubahan kurs mata uang.
Sebagai contoh, saat dollar menguat, harga-harga impor cenderung tertekan turun. Jika sebuah produk Jepang berharga 500 yen dan kurs saat itu satu dollar sama dengan 100 yen, harga produk tersebut dalam dollar sama dengan $5. Jika dollar menguat ke level 120 terhadap yen, maka harga produk tersebut akan turun menjadi $4.17. Meski demikian, saat dollar menguat, daya saing ekspor Amerika juga akan berkurang dan karenanya harga-harga ekpor juga akan tertekan turun karenanya.
Para pakar ekonomi cenderung lebih memperhatikan data harga-harga impor yang tidak menghitung komponen minyak (Import Prices — Excl. Oil) dan harga-harga ekspor yang tidak menghitung sektor pertanian (Export Prices — Excl. Agricultural). Kedua komponen tersebut dinilai terlalu fluktuatif, mudah naik atau turun tanpa ada hubungannya dengan kurs.
Factory Orders
Adalah data yang menghitung perubahan jumlah pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.
Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.
Federal Open Market Committee (FOMC)
Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat ini diketuai oleh Ben Bernanke ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter.
FOMC Minutes
Adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu kebijakan moneter Amerika ini sebelumnya.
Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced — rilis pertama; 2) preliminary — revisi pertama; dan 3) final — revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.
Help-wanted Index
Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 50 lebih surat kabar yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Gubernur Federal Reserve sebelumnya, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja di AS saat ini.
H I C P
Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (bank sentral Eropa).
Housing Starts & Building Permits
Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah.
Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian.
Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.
IFO Survey
Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.
Industrial Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Industrial Production & Manufacturing Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain).
Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Industrial Production & Capacity Utilization
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain).
Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Sementara Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun sejalan dengan siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini. Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai tingkat akurasinya.
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Initial (Jobless) Claims
Definisi: Indeks pemerintah yang mencatat jumlah penduduk yang untuk pertama kalinya mengisi klaim tunjangan bagi pengangguran.
Guna: Para investor memanfaatkan rata-rata empat mingguan indikator ini untuk memprediksikan tren ketenagakerjaan. Perubahan sebesar 30.000 atau lebih menunjukkan perubahan yang substansial dalam pertumbuhan lapangan kerja. Semakin rendah angka indeks, semakin kuat kondisi ketenagakerjaan.
Sumber: The Employment and Training Administration of the Department of Labor.
Jadwal Rilis: Kamis, 08:30 ET (19:30 WIB summer, atau 20:30 WIB winter). Data untuk pekan yang berakhir Sabtu sebelumnya.
Frekuensi: Mingguan.
Revisi: Angka revisi pekan sebelumnya dirilis setiap Kamis, dan jarang berpengaruh signifikan bagi market.
Akses Data: http://www.workforcesecurity.doleta.gov/unemploy/claims_arch.asp
Institute for Supply Management (ISM) Index
Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002.
Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain.
Survei ini dikenal dengan keakuratan jangka waktunya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan kekuatan demand (permintaan).
Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve.
Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.
Jobless/Unemployment Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).
Leading Indicators
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.
M4 - Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:
• Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
• Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
• Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80‘an.
Net Capital Flows (TICS Data)
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.
New Home Sales
Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan rumah baru. Sangat berguna untuk mengetahui kondisi konsumen saat ini karena konsumen tentunya hanya akan membeli rumah jika merasa "aman" dengan kondisi keuangannya.
New York Empire State Manufacturing Index
Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di area New York dan sekitarnya oleh Federal Reserve distrik New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.
Non-farm Payrolls
Jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.
Personal Consumption Expenditures – PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.
Personal Consumption/Spending
Adalah indikasi dari jumlah yang dibelanjakan untuk barang dan jasa dalam suatu periode waktu (bulan) tertentu.
Personal Income
Adalah data yang dihitung dari komponen gaji dan upah dari data Non-Farm Payrolls.
Philadelphia Fed Index (Business Outlook Survey)
Adalah survey bulanan terhadap para industriawan di kawasan sekitar negara bagian Pennsylvania, New Jersey dan Delaware. Perusahaan yang disurvey mengindikasikan perubahan pada seluruh aktivitas bisnis dan berbagai macam aktivitas perindustrian mereka. Yang ditanyakan meliputi tenaga kerja, jam kerja, pesanan-pesanan, persediaan barang, pengiriman, pembayaran-pembayaran dan penerimaan-penerimaan. Angka indeks di atas nol berarti ekspansi, dan kontraksi jika di bawah nol.
Data ini dianggap sebagai indikator perubahan yang bagus dalam segala hal yang berhubungan dengan industri. Dinilai akurat karena menggambarkan kondisi terkini. Namun, karena hanya mencakup tiga negara bagian, kurang bisa menggambarkan kondisi negara secara keseluruhan.
Producer Price Index (PPI)
Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual.
Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.
Productivity
Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Produktivitas menjadi semakin penting artinya dalam beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tingkat inflasi.
PSNCR - Public Sector Net Cash Requirement
Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangan tersebut adalah dengan meminjam.
Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
Real GDP
Para pakar makroekonomi cenderung lebih memperhatikan Real GDP sebab data ini juga memperhitungkan tingkat inflasi, tidak sebagaimana halnya (Nominal) GDP yang hanya merefleksikan tingkat perubahan harga-harga.
Retail Sales
Data ini menghitung total penerimaan dari sektor ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.
RICS Housing Market Survey
Adalah laporan bulanan tentang bursa perumahan di Inggris dan Wales. Datanya didapat dari kontribusi para surveyor 10 kawasan seluruh negeri, dan meliputi analisa aktivitas, perubahan harga dan tingkat transaksi.
RICS sendiri adalah kependekan dari The Royal Institution of Chartered Surveyors. Merupakan suatu lembaga riset independen terbesar di bidang properti dan konstruksi di Inggris.
Tertiary Index
Adalah data yang menghitung tingkat permintaan sektor jasa.
TICs Flows
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.
Trade Balance
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
Trade Balance & Current Account
Trade Balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
Sedangkan Current Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade Balance atau Current Account dapat dipandang dari dua sisi: sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.
Unemployment/Jobless Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).
University of Michigan Consumer Sentiment Index
Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan.
Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.
Data survey diambil dengan cara mengirimkan kuesioner ke sekitar 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yang mewakili, di mana kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.
Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat konsumsi pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.
Wholesale Inventories
Bobot Data (dalam skala A-F): D minus.
Sumber: Biro Sensus Departemen Perdagangan.
Jadwal Rilis: 10:00 ET (21:00 WIB summer, atau 22:00 WIB winter) pada sekitar hari kerja ke lima setiap bulan (data untuk dua bulan sebelumnya).
Akses Data: http://www.census.gov/mwts/www/mwts.html
Laporan Wholesale Inventories ini mencakup statistik persediaan dan penjualan dari tahapan kedua proses manufaktur. Meski demikian, data penjualan dalam laporan ini tidak menggambarkan secara jelas mengenai belanja per kapita sehingga karenanya tidak berpengaruh signifikan bagi market.
Wholesale Inventories kadang menunjukkan perubahan yang cukup tajam pada angka persediaan agregat (persediaan agregat adalah jumlah keseluruhan dari persediaan pada level manufaktur, grosir, dan ritel), yang mungkin berdampak pada proyeksi GDP. Jika demikian, Wholesale Inventories mungkin memicu reaksi kecil dari market. Namun, data ini lebih sering lewat begitu saja tanpa diperhatikan kecuali oleh para pakar ekonomi.
ZEW Current Situation - Economic Sentiment
Adalah hasil survai dari lembaga penelitian ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian saat ini serta gambaran ke depan.
Sebelum anda bertransaksi forex (pasar valuta asing), ada baiknya bila anda mempelajari terlebih dahulu informasi mengenai forex, cara transaksi dan resiko investasi.
________________________________________
o Sekilas mengenai Forex
o Pemahaman membaca bid/ask Forex
o Perbandingan Forex (pasar valuta asing) dengan Saham
o Dana yang dibutuhkan dalam transaksi Forex
o Waktu transaksi Forex
o Pemahaman Analisa Teknikal (grafik)
o Pemahaman Analisa Berita (fundamental)
o Resiko Investasi
Sekilas mengenai Forex
Pasar Devisa, juga dikenal sebagai " Forex" atau " FX" pasar adalah pasar uang yang paling besar di dunia, dengan harian rata-rata perputaran diatas US$1 trilyun, 30 kali lebih besar dari volume yang dikombinasikan dari semua pasar saham di dunia.
Devisa adalah pembelian dari satu mata uang dan penjualan dari yang lain. Sebagai contoh Euro/US Dolar ( EUR/USD) atau US Dollar/Japanese. Ada dua pertimbangan untuk jual bell mata uang. Sekitar 5% dari perputaran yang sehari-hari adalah dari perusahaan dan pemerintah yang membeli atau menjual produk dan jasa dalam suatu negeri yang asing atau harus mengkonversi laba mata uang asing ke dalam mata uang domestik mereka. Yang lain 95% perdagangan untuk laba, atau spekulasi.
Untuk spekulan, jauh lebih baik dalam berdagang/bertransaksi "Forex" karena peluang untuk mendapatkan profit/keuntungan yang lebih besar dan cepat, membeli atau menjual satu mata uang lain dengan harapan bagaimana membuat suatu laba ketika nilai dari mata uang berubah. Saat ini, lebih dari 85% dari semua transaksi sehari-hari melibatkan perdagangan dari mata uang dunia yang fluktuatif, yang meliputi US Dolar, Yen Jepang, Euro, Poundsterling, Swiss Franc, dll. Transaksi Forex saat ini dapat dilakukan dengan cara melalui online trading, dimana para investor dapat melakukan langsung transaksi perdagangan Forex via internet dengan real time pergerakan harga.
Pemahaman membaca bid/ask Forex
US Dollar merupakan sebagai mata uang pembanding di pasar Forex. Contoh dalam hal ini, USD/CHF, USD/JPY. Jika pada pergerakan harga Forex terjadi USD/JPY = 120.01, maka artinya adalah USD$ 1 = JPY 120.01. J ika dalam pergerakan harga Forex, mata uang kedua dimana pembandingnya adalah USD$, mengalami kenaikan, maka artinya mata uang asing tersebut sedang dalam keadaaan melemah terhadap USD$. Contoh : Pergerakan USD/JPY yang semula = 120.01, berubah menjadi 123.01, maka berarti, mata uang Jepang (JPY) sedang mengalami pelemahan terhadap USD$.
Pengecualian terhadap aturan dasar bahwa USD$ adalah sebagai mata uang dasar adalah untuk GBP ( Poundsterling ), AUD$ ( Australian Dollar ), EUR ( Euro ). Contoh : GBP/USD = 1.4366, ini berarti 1 GBP = 1.4366 USD, mata uang USD$ sedanga mengalami pelemahan terhadap GBP.
Dalam pergerakan harga di Forex, selalu terlihat adanya harga "bid" ( harga jual/SELL) dan "ask" ( harga beli/BUY). Harga "bid" merupakan penetapan harga untuk menjual suatu mata uang, dan harga "ask" merupakan penetapan harga untuk membeli suatu mata uang. Dengan kata lain, dalam membaca pergerakan harga pasar Forex, mata uang pertama merupakan sebagai mata uang dasar, dan mata uang kedua merupakan sebagai obyek pembanding. Bila pergerakan harga mengalami kenaikan angka, maka mata uang obyek pembanding mengalami pelemahan, bila pergerakan harga mengalami penuran angka, maka mata uang obyek pembanding mengalami kenaikan.
Bid = Harga Jual Ask = Harga Beli
High = Harga tertinggi yang terjadi pada saat/hari itu
Low = Harga terendah yang terjadi pada saat/hari itu.
Symbol = Jenis Mata uang yang diperdagangkan
Bila anda ingin melakukan SELL (Jual), maka harga yang anda dapatkan adalah harga di bagian BID, sedangkan bila anda ingin BUY (Beli), maka harga yang anda dapatkan adalah harga dibagian ASK
Contoh :
Bila kita mengambil posisi transaksi Beli/Buy/Long pada mata uang EUR/USD, di level harga 1.2649 (harga pada ASK) dengan jumlah quantity (lot) sebanyak 10 lot. Maka untuk mendapatkan Keuntungan/Profit, posisi tersebut harus DITUTUP/Closed bila harga pada kolom SELL ( angka sebelah kiri / BID ) menunjukkan harga di level 1.2649 atau lebih. Tetapi bila posisi Beli/Buy/Long kita tersebut DITUTUP/closed pada level harga 1.2649 atau kurang, maka transaksi mengalami Kerugian/Loss.
Perbandingan Forex (pasar valuta asing) dengan Saham
Jika anda tertarik akan perdagangan mata uang online (online trading), anda akan temukan bahwa Forex menawarkan beberapa keuntungan diatas Pasar Modal/Pasar Saham lainnya.
24 Jam Transaksi Perdagangan Forex
Forex adalah suatu pasar perdagangan 24 jam, menawarkan suatu keuntungan yang lebih dari atas pasar modal/pasar saham. Di suatu tempat di dunia selalu ada para pembeli dan para penjual dengan aktif berdagang mata uang asing. Pedagang dapat selalu bereaksi terhadap berita, dan P&L/Rugi-Laba tidaklah terpengaruh oleh jam kerja laporan atau konferensi/laporan analis.
Likuiditas Superior
Dengan tingkat volume perdagangan Forex yang 50x lebih besar dari Pasar Bursa New York, selalu ada broker/dealers berkeinginan membeli atau menjual mata uang di pasar Forex. Likwiditas dari pasar ini, terutama mata uang yang utama nya, bantuan untuk memastikan stabilitas harga. Pedagang hampir dapat selalu terbuka atau dekat suatu posisi pada suatu harga pasar yang adil.
Cara Manajemen yang paling efektif dalam transaksi di pasar Forex adalah dengan menghitung secara teliti dan ketat hubungan antara resiko dan margin/dana yang digunakan secara tertib dan konsisten menggunakan batasan-batasan penghentian oreder/transaksi yang akan dilakukan. Memikirkan dan menetapkan pada suatu sistem analisa dalam transaksi Forex, dan mengkontrol emosi diri.
Kesempatan 2 Arah
Dalam transaksi Forex, anda akan mendapatkan kesempatan untuk meraih profit/keuntungan dalam 2 arah perdagangan, yaitu saat harga naik maupun turun. Contoh : USD/JPY = 103.45, diperkirakan mata uang Yen Jepang akan melemah terhadap USD$, maka action/transaksi yang harus anda lakukan adalah dengan membeli (BUY). Jika diperkirakan mata uang Yen Jepang menguat terhadap USD$ maka action/transaksi yang harus anda lakukan adalah menjual (SELL).
uptrend, harga bergerak naik (BUY atau LONG) downtrend, harga bergerak turun (SELL atau SHORT)
Dana yang dibutuhkan dalam Transaksi Forex
Perbandingan 100:1
Dalam Forex, perbandingan 100:1 dapat diartikan bahwa anda bisa melakukan transaksi beli/jual mata uang asing hanya dengan menggunakan margin/dana sebesar 1% dari nilai sebenarnya. Contoh : bila anda ingin melakukan aksi Buy untuk Franc Swiss, maka dana jaminan yang harus anda keluarkan hanya sebesar USD$1,000 dari nilai sebenarnya yaitu USD$100,000 untuk 1 lot.
Dengan begitu, anda bisa meningkatkan daya beli/jual dalam bertransaksi di pasar Forex dengan lebih sedikit pengeluaran tunai yang harus dikeluarkan. Dalam hal ini dapat memperbesar laba/profit dan memperkecil resiko/kerugian.
Contoh Transaksi :
Dalam investasi perdagangan Forex, anda menanamkan dalam account/rekening perdagangan sebesar USD$10,000. Anda memprediksikan/memperkirakan bahwa harga USD$ saat ini adalah harga rendah dan akan menguat terhadap Franc Swiss.
Untuk strategi ini, maka anda harus melakukan aksi beli (buy) dan menantikan kenaikan nilai tukar
Saat anda melakukan aksi beli tersebut, harga bid/ask untuk USD/CHF adalah 1.6322/1.6327. ( yang artinya anda bisa membeli diharga 1.6327 atau menjual di harga 1.6322.). Bila anda melakukan aksi beli, berarti anda melakukan transaksi beli di harga 1.6327.
Dengan perbandingan 100:1, maka anda dapat membeli 1 lot dengan margin/dana jaminan sebesar USD$1,000. Dengan begitu, dana investasi dalam account/rekening anda akan berkurang USD$1,000 menjadi USD$9,000 ( dimana dana jaminan USD$1,000 ini akan dikembalikan ke rekening dagang anda pada saat anda telah menutup transaksi yang berjalan ).
Seperti yang telah anda perkirakan sebelumnya bahwa USD$ akan menguat terhadap Franc Swiss, hingga nilai tukar USD/CHF mencapai 1.6435/40. Maka anda dapat menutup transaksi anda dengan melakukan aksi jual (sell) pada nilai 1.6435.
Perhitungan :
Harga Tutup - Harga Buka = 1.6435 - 1.6327 = 0.0108 point
profit = 0.0108 x USD$100,000 = CHF 1,080
profit dalam USD$ = 1080 : 1.6435 = USD$ 657.13
Resume :
Investasi awal = USD$ 10,000, dana yang digunakan : USD$ 1,000
Profit = USD$ 657.13, Return on Investment = 65,7%
Waktu Transaksi Forex
Open 24 jam setiap harinya dari Minggu jam 2 PM waktu New York s/d Jumat jam 4 Pm waktu New York
Market Hours
Timezone New York GMT
Tokyo Open 7:00 pm 0:00
London Open 3:00 am 13:30
New York Open 8:00 am 19:30
Pemahaman Analisa Teknikal (grafik)
Analisa teknis adalah suatu metoda meramalkan pergerakan harga dengan memperhatikan data yang semata-mata market-generated. Menggunakan data dari pasar tertentu adalah paling umum dalam jenis informasi yang dianalisa oleh suatu teknisi, meskipun demikian akan juga menyimpan dan mengamati secara seksama volume dan membuka minat pada masa depan kontrak.
Dasar-dasar analisa teknikal yang sering digunakan oleh para trader/pialang/pelaku pasar Forex :
Trend, pergerakan harga mata uang dengan menunjukkan suatu kecenderungan arah pergerakan - up, down, or flat.
Bullish vs Bearish
• Bullish, berasal dari kata 'Bull' atau sapi jantan, menunjukkan indikasi pergerakan harga untuk bergerak up atau naik
• Bearish, berasal dari kata 'Bear' atau beruang, menunjukkan indikasi pergerakan harga untuk bergerak down atau turun
Support & Resistance
• Support, area harga di mana ditemukan bahwa sulit harga pasar untuk menembus lebih rendah.
• Resistance, area harga di mana ditemukan bahwa sulit harga pasar untuk menembus lebih tinggi.
Pemahaman Analisa Berita (fundamental)
Analisa pokok berita memusat pada bidang ekonomi, sosial, politik dan perang yang dapat memacu adanya suatu permintaan dan penawaran. Analis yang pokok memperhatikan berbagai indikator yang macroeconomic seperti daftar biaya pengiriman barang-barang pertumbuhan ekonomi, tingkat bunga, inflasi, dan pengangguran.
Bagaimanapun, anda akan harus sampai pada suatu metoda yang tepat seperti bagaimana terbaik untuk menterjemahkan informasi ini ke dalam masukan dan poin-poin jalan keluar tertentu dalam strategi transaksi Forex.
Harga mata uang mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran untuk mata uang. Dua faktor yang utama yang mempengaruhi permintaan dan penawaran adalah tingkat bunga dan keseluruhan kekuatan ekonomi. Indikator yang ekonomi seperti GDP, investasi asing, dan saldo/timbangan perdagangan mencerminkan kesehatan yang umum dari suatu ekonomi, oleh karena itu, bertanggung jawab untuk mendasari permintaan dan penawaran pergeseran dalam untuk mata uang itu.
Bagi pedagang Forex, berita adalah semua hal yang membuat suatu negeri berdetak. Dari tingkat bunga dan kebijakan bank sentral ke bencana yang alami, berita adalah suatu campuran yang dinamis dari rencana yang terpisah, perilaku yang tak menentu dan peristiwa yang tak terduga. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mendapatkan suatu berita paling berpengaruh adalah untuk merumuskan secara menyeluruh semua " Fundamentals" atau berita yang ada.
Resiko Investasi
High Risk Investment - Perdagangan Forex/Futures pada dasarnya membawa resiko yang lebih tinggi, dan tidak boleh investor tidak peduli dengan segala resiko yang ada. Sebelum memutuskan untuk transaksi Forex/Futures, anda perlu secara hati-hati mempertimbangkan sasaran hasil investasi anda, tingkat pengalaman, dan segala resiko. Kemungkinan ada bahwa anda merugi dari investasi ini. Anda harus sadar akan semua resiko dihubungkan dengan perdagangan valuta asing, dan mencari nasihat dari suatu penasehat keuangan mandiri jika anda mempunyai keraguan.
Internet Trading Risk - Ada resiko dihubungkan dengan pemanfaatan suatu pelaksanaan yang Internet-based yang mencakup, tetapi tidak membatasi pada, kegagalan dari perangkat keras, perangkat lunak, dan Internet koneksi.
Pada halaman selanjutnya, Anda bisa mengetahui tips dan trik yang Anda perlukan untuk melakukan trading forex
Tips dan trik transaksi Forex
o Apa yang membuat fluktuasi pergerakan pasar Forex ?
o Mata Uang yang paling berfluktuasi berdasarkan Waktu Perdagangan
o Membaca Arah Pergerakan Harga Forex secara LONG Term (Jangka Panjang) maupun SHORT Term (Jangka Pendek)
o Indicator dan Teknik untuk pengambilan keputusan transaksi Forex secara Obyektif
o 4 Indicator yang umum digunakan oleh para trader Forex
Tips dan Trik Transaksi Forex
Apa yang membuat fluktuasi pergerakan pasar Forex ?
Pertumbuhan Ekonomi
Setiap investor menginginkan investasi yang mereka tanamkan pada suatu negara dengan keadaan ekonomi yang stabil. Para pialang Forex mencari akses berita maupun data-data faktor positif maupun negatif mengenai pertumbuhan ekonomi suatu negara seperti ketenagakerjaan, perdagangan dan pendapatan perkapita.
Stabilitas Politik
Investor akan melihat apa saja yang menjadi topik utama pemberitaan pada suatu negara yang menyangkut stabilisasi politik negara tersebut maupun dunia. (contoh : bencana alam, teroris, politik dll.)
Tingkat Suku Bunga Bank
Uang mengikuti kemanapun arah tingkat suku bunga Bank. Jika tingkat suku bunga Bank naik, maka uang akan datang dari segala penjuru dunia dikarenakan investor ingin mempercepat tingkat pengembalian investasi mereka. Saat ini, penentuan keadaan inflasi keuangan dunia banyak dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dari lembaga-lembaga keuangan dunia seperti BOE, FED, ECB, BOJ dan beberapa Bank sentral dunia lainnya. Faktor Negatif Faktor Positif
Rise in Unemployment
Fall in GDP
Fall in Exports
Fall in Interset Rates
Geo-Political Tensions
Natural Disaster
Threat of Terrorism Fall in Unemployment
Rise in GDP
Rise in Exports
Rise in Interest Rates
Tips :
Bila suatu negara mengalami "faktor negatif" maka nilai mata uang negara tersebut akan melemah, sebaliknya bila negara tersebut mengalami "faktor positif" maka nilai mata uang negara tersebut akan menguat.
Mata Uang yang paling berfluktuasi berdasarkan Waktu Perdagangan
Tokyo Trading Session
7:00 PM - 4:00 AM (EDT)
Average Daily Volume $210 bn London Trading Session
3:00 AM - 12:00 PM (EDT)
Average Daily Volume $580 bn New York Trading Session
8:00 AM - 5:00 PM (EDT)
Average Daily Volume $330 bn
GBP/JPY, GBP/CHF, USD/JPY, AUD/USD, NZD/USD
Tips:
USD/JPY, GBP/USD dan USD/CHF adalah pilihan terbaik untuk transaksi dengan jangka waktu medium ataupun long.
Rata-rata pergerakan 90 pips. GBP/CHF, GBP/JPY, GBP/USD, USD/CHF, USD/CAD, EUR/USD
Tips:
JPY akan ditinggalkan oleh para trader sehingga membuat pergerakan mata uang ini akan tidak terlalu flutuatif/stagnasi.
Rata-rata pergerakan 120 pips. USD/CHF, GBP/USD, USD/CAD, EUR/USD
Tips :
EUR/GBP dan EUR/CHF akan ditinggalkan oleh para trader, tetapi pergerakan yang kecil memungkinkan untuk mencari keuntungan.
Rata-rata pergerakan 30 - 170 pips.
Membaca Arah Pergerakan Harga Forex secara LONG Term (Jangka Panjang) maupun SHORT Term (Jangka Pendek)
Untuk membaca pergerakan harga secara Long Term (jangka panjang), gunakan tampilan grafik dengan skala waktu : daily (harian). Sedangkan untuk membaca pergerakan harga secara Short Term (Jangka Pendek), gunakan tampilan grafik dengan skala waktu : 1 minute.
Dibawah ini adalah sebuah contoh penentuan posisi transaksi apa yang akan kita ambil dalam perdagangan mata uang EUR/USD.
Tips:
Long Term sebagai pedoman untuk Short Term. Lebih aman bila melakukan transaksi Short Term menunggu saat yang tepat agar sesuai dengan arah trend Long Term.
Contoh:
bila Long Term menunjukkan SELL, maka untuk Short Term sebaiknya menunggu saat/timing untuk melakukan SELL di titik yang tertinggi (sesuai dengan pergerakan indicator grafik).
Indicator dan Teknik untuk pengambilan keputusan transaksi Forex secara Obyektif
indicator grafik hanyalah merupakan suatu panduan dalam memprediksi pergerakan harga yang membantu investor dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat dan obyektif dalam bertransaksi di Forex. Oleh karena itu, investor harus benar-benar memiliki psikologi trading yang tinggi hingga dapat melihat pergerakan harga serta mengambil keputusan secara obyektif.
Powerful Indicator :
________________________________________
â–ª Moving Average parameter 28 ; 8
â–ª Stochastic Slow, parameter 14,5,5
â–ª Momentum, parameter 14
â–ª MACD
â–ª RSI, parameter 14
Manajemen Kapital :
________________________________________
â–ª Maksimal 40% penggunaan margin untuk transaksi.
â–ª Tetapkan batas resiko yang anda perhitungkan sebelumnya. (Saran : maksimal resiko sebesar 20% dari nilai investasi awal )
â–ª Disiplin trading, dalam hal ini anda harus menguasai teknik-teknik dalam memperkirakan/memprediksi pergerakan harga Forex ( Analisa maupun berita )
â–ª Kontrol Emosi Anda,dalam bertransaksi di Forex, kuasai diri anda agar tidak melanggar batas-batas disiplin yang telah anda tetapkan sendiri untuk anda.
Teknik meminimalisir resiko :
________________________________________
â–ª Cut & Switch
memotong kerugian aktual transaksi dan membuka posisi yang sesuai dengan trend pergerakan harga yang terjadi. Dalam hal ini, untuk mengurangi kesalahan/kerugian yang terjadi, investor melakukan aksi tutup kerugian dan membuka posisi yang sesuai dengan pergerakan harga
â–ª Double Cover
aksi transaksi seperti cut & switch diatas dengan penambahan lot transaksi, hingga kerugian yang telah terjadi dapat tertutupi dengan penambahan lot transaksi tersebut.
â–ª Wait & See
merupakan langkah tepat untuk melakukan transaksi di Forex, dalam hal ini investor melihat dan menunggu dengan seksama timing/waktu yang tepat untuk melakukan aksi Buy/Sell. Untuk ini, investor dapat melihat panduan dari indicator grafik yang menunjukkan pergerakan harga jenuh, baik harga jenuh beli (over bought) maupun harga jenuh jual (over sold).
Moving Average (MA)
garis yang menunjukkan pergerakan rata-rata harga suatu mata uang dalam Forex. Parameter (time period) dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan trader dalam menganalisa. Parameter yang disarankan adalah 28 dan 8.
Cara baca grafik :
bila garis MA dengan parameter 8 berada diatas garis MA parameter 28, maka aki yang dilakukan adalah BUY, begitu juga sebaliknya.
Moving Average Convergence/Divergence (MACD)
indikator yang menunjukkan pergerakan harga suatu mata uang dalam Forex dalam keadaan JENUH BELI (ovebought) atau JENUH JUAL (oversold). Jenuh Beli adalah keadaan dimana pergerakan mata uang tersebut sudah mengalami titik tinggi, dengan demikian dapat diprediksikan bahwa harga sudah tinggi dan akan mulai bergerak turun. Sebaliknya bila Jenuh Jual, maka harga sudah mengalami titik rendah, hingga prediksinya kemudian adalah harga akan bergerak naik.
Cara baca grafik :
Bila grafik sudah masuk dalam area Jenuh BELI, maka aksi yang harus dilakukan adalah SELL, sedangkan bila grafik sudah masuk dalam area Jenuh JUAL, maka aksi yang harus dilakukan adalah BUY. Indikator MACD ini untuk menganalisa pergerakan mata uang dalam jangka waktu panjang (long term).
Definisi Singkat Beberapa Data Fundamental Perekonomian
All Industries Index
Indeks ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah di-adjust (disesuaikan) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.
ABC Consumer Confidence
Adalah survey kepercayaan konsumen yang dirilis oleh lembaga riset swasta Redbook Research. Dengan skala rating berkisar mulai dari -100 hingga +100, survey ini memiliki fungsi yang sama dengan survey-survey kepercayaan konsumen lainnya.
Average Hourly Earnings
Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.
Business Inventories
Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.
Business Confidence
Indeks kepercayaan bisnis yang dirilis per bulan ini menunjukkan bagaimana para pengusaha dalam mengevaluasi kondisi ekonomi dan politik saat ini dan bagaimana mereka memperkirakan prospek perekonomian dalam jangka 6 bulan ke depan.
CBI Survey
Organisasi pengusaha terbesar di Inggris, memfokuskan pada menciptakan mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI menerbitkan survei tiap bulan dan empat bulan sekali terhadap penilaian pada sektor jasa dan manufaktur masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukan pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga, investasi, dan permintaan ekspor/impor.
Challenger Layoffs (Job Cuts)
Adalah laporan bulanan mengenai jumlah pemotongan kerja yang diumumkan perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, semakin kecil angka Challenger Layoffs, berarti semakin banyak penduduk yang bekerja. Pekerjaan berarti penghasilan, dan tingkat penghasilan berhubungan erat dengan tingkat konsumsi yang merupakan pelumas bagi roda perekonomian. Singkatnya, semakin kecil angka Challenger Layoffs, semakin sehat perekonomian.
Chicago PMI (Purchasing Managers´ Index)
Merupakan data PMI dari kawasan Chicago dan sekitarnya. Lingkup survey meliputi baik sektor indusri, maupun sektor non-industri (yang jarang disadari oleh para pelaku pasar). PMI sendiri merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti sektor bisnis mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur aktivitas produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
Coincident Indicator
Adalah salah satu data penting yang menunjukkan kondisi perokonomian terkini, karena berhubungan erat dengan siklus bisnis.
Consumer Confidence
Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.
Construction Spending
Pengeluaran konstruksi mengukur nilai konstruksi selama bulan tertentu.
Consumer Price Index (CPI)
Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.
C S P I
Adalah kependekan dari Corporate Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga dari sektor jasa.
Current Account
Adalah selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan.
Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.
Durable Goods Orders
Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).
Existing Home Sales
Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan kembali rumah bekas tinggal. Sangat berguna untuk mengetahui kondisi konsumen saat ini karena konsumen tentunya hanya akan membeli rumah jika merasa "aman" dengan kondisi keuangannya.
Export/ Import Prices
Meski tidak termasuk data penggerak utama market, harga-harga ekspor/impor juga berguna untuk mengindikasi tekanan inflasi dari perubahan kurs mata uang.
Sebagai contoh, saat dollar menguat, harga-harga impor cenderung tertekan turun. Jika sebuah produk Jepang berharga 500 yen dan kurs saat itu satu dollar sama dengan 100 yen, harga produk tersebut dalam dollar sama dengan $5. Jika dollar menguat ke level 120 terhadap yen, maka harga produk tersebut akan turun menjadi $4.17. Meski demikian, saat dollar menguat, daya saing ekspor Amerika juga akan berkurang dan karenanya harga-harga ekpor juga akan tertekan turun karenanya.
Para pakar ekonomi cenderung lebih memperhatikan data harga-harga impor yang tidak menghitung komponen minyak (Import Prices — Excl. Oil) dan harga-harga ekspor yang tidak menghitung sektor pertanian (Export Prices — Excl. Agricultural). Kedua komponen tersebut dinilai terlalu fluktuatif, mudah naik atau turun tanpa ada hubungannya dengan kurs.
Factory Orders
Adalah data yang menghitung perubahan jumlah pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.
Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.
Federal Open Market Committee (FOMC)
Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat ini diketuai oleh Ben Bernanke ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter.
FOMC Minutes
Adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu kebijakan moneter Amerika ini sebelumnya.
Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced — rilis pertama; 2) preliminary — revisi pertama; dan 3) final — revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.
Help-wanted Index
Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 50 lebih surat kabar yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Gubernur Federal Reserve sebelumnya, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja di AS saat ini.
H I C P
Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (bank sentral Eropa).
Housing Starts & Building Permits
Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah.
Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian.
Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.
IFO Survey
Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.
Industrial Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Industrial Production & Manufacturing Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain).
Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Industrial Production & Capacity Utilization
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain).
Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Sementara Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun sejalan dengan siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini. Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai tingkat akurasinya.
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Initial (Jobless) Claims
Definisi: Indeks pemerintah yang mencatat jumlah penduduk yang untuk pertama kalinya mengisi klaim tunjangan bagi pengangguran.
Guna: Para investor memanfaatkan rata-rata empat mingguan indikator ini untuk memprediksikan tren ketenagakerjaan. Perubahan sebesar 30.000 atau lebih menunjukkan perubahan yang substansial dalam pertumbuhan lapangan kerja. Semakin rendah angka indeks, semakin kuat kondisi ketenagakerjaan.
Sumber: The Employment and Training Administration of the Department of Labor.
Jadwal Rilis: Kamis, 08:30 ET (19:30 WIB summer, atau 20:30 WIB winter). Data untuk pekan yang berakhir Sabtu sebelumnya.
Frekuensi: Mingguan.
Revisi: Angka revisi pekan sebelumnya dirilis setiap Kamis, dan jarang berpengaruh signifikan bagi market.
Akses Data: http://www.workforcesecurity.doleta.gov/unemploy/claims_arch.asp
Institute for Supply Management (ISM) Index
Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002.
Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain.
Survei ini dikenal dengan keakuratan jangka waktunya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan kekuatan demand (permintaan).
Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve.
Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.
Jobless/Unemployment Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).
Leading Indicators
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.
M4 - Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:
• Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
• Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
• Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80‘an.
Net Capital Flows (TICS Data)
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.
New Home Sales
Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan rumah baru. Sangat berguna untuk mengetahui kondisi konsumen saat ini karena konsumen tentunya hanya akan membeli rumah jika merasa "aman" dengan kondisi keuangannya.
New York Empire State Manufacturing Index
Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di area New York dan sekitarnya oleh Federal Reserve distrik New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.
Non-farm Payrolls
Jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.
Personal Consumption Expenditures – PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.
Personal Consumption/Spending
Adalah indikasi dari jumlah yang dibelanjakan untuk barang dan jasa dalam suatu periode waktu (bulan) tertentu.
Personal Income
Adalah data yang dihitung dari komponen gaji dan upah dari data Non-Farm Payrolls.
Philadelphia Fed Index (Business Outlook Survey)
Adalah survey bulanan terhadap para industriawan di kawasan sekitar negara bagian Pennsylvania, New Jersey dan Delaware. Perusahaan yang disurvey mengindikasikan perubahan pada seluruh aktivitas bisnis dan berbagai macam aktivitas perindustrian mereka. Yang ditanyakan meliputi tenaga kerja, jam kerja, pesanan-pesanan, persediaan barang, pengiriman, pembayaran-pembayaran dan penerimaan-penerimaan. Angka indeks di atas nol berarti ekspansi, dan kontraksi jika di bawah nol.
Data ini dianggap sebagai indikator perubahan yang bagus dalam segala hal yang berhubungan dengan industri. Dinilai akurat karena menggambarkan kondisi terkini. Namun, karena hanya mencakup tiga negara bagian, kurang bisa menggambarkan kondisi negara secara keseluruhan.
Producer Price Index (PPI)
Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual.
Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.
Productivity
Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Produktivitas menjadi semakin penting artinya dalam beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tingkat inflasi.
PSNCR - Public Sector Net Cash Requirement
Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangan tersebut adalah dengan meminjam.
Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
Real GDP
Para pakar makroekonomi cenderung lebih memperhatikan Real GDP sebab data ini juga memperhitungkan tingkat inflasi, tidak sebagaimana halnya (Nominal) GDP yang hanya merefleksikan tingkat perubahan harga-harga.
Retail Sales
Data ini menghitung total penerimaan dari sektor ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.
RICS Housing Market Survey
Adalah laporan bulanan tentang bursa perumahan di Inggris dan Wales. Datanya didapat dari kontribusi para surveyor 10 kawasan seluruh negeri, dan meliputi analisa aktivitas, perubahan harga dan tingkat transaksi.
RICS sendiri adalah kependekan dari The Royal Institution of Chartered Surveyors. Merupakan suatu lembaga riset independen terbesar di bidang properti dan konstruksi di Inggris.
Tertiary Index
Adalah data yang menghitung tingkat permintaan sektor jasa.
TICs Flows
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.
Trade Balance
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
Trade Balance & Current Account
Trade Balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
Sedangkan Current Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade Balance atau Current Account dapat dipandang dari dua sisi: sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.
Unemployment/Jobless Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).
University of Michigan Consumer Sentiment Index
Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan.
Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.
Data survey diambil dengan cara mengirimkan kuesioner ke sekitar 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yang mewakili, di mana kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.
Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat konsumsi pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.
Wholesale Inventories
Bobot Data (dalam skala A-F): D minus.
Sumber: Biro Sensus Departemen Perdagangan.
Jadwal Rilis: 10:00 ET (21:00 WIB summer, atau 22:00 WIB winter) pada sekitar hari kerja ke lima setiap bulan (data untuk dua bulan sebelumnya).
Akses Data: http://www.census.gov/mwts/www/mwts.html
Laporan Wholesale Inventories ini mencakup statistik persediaan dan penjualan dari tahapan kedua proses manufaktur. Meski demikian, data penjualan dalam laporan ini tidak menggambarkan secara jelas mengenai belanja per kapita sehingga karenanya tidak berpengaruh signifikan bagi market.
Wholesale Inventories kadang menunjukkan perubahan yang cukup tajam pada angka persediaan agregat (persediaan agregat adalah jumlah keseluruhan dari persediaan pada level manufaktur, grosir, dan ritel), yang mungkin berdampak pada proyeksi GDP. Jika demikian, Wholesale Inventories mungkin memicu reaksi kecil dari market. Namun, data ini lebih sering lewat begitu saja tanpa diperhatikan kecuali oleh para pakar ekonomi.
ZEW Current Situation - Economic Sentiment
Adalah hasil survai dari lembaga penelitian ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian saat ini serta gambaran ke depan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar