November 26, 2008
NEGATIF
Pikiran negatif yang berbahaya
Alkisah ada seorang musafir yang berkelana ke berbagai negeri untuk melihat dunia. Suatu hari, sampailah ia di negeri tempat asal dongeng 1001 malam yang penuh magis itu. Ia tersesat dalam perjalanannya melintasi negeri tersebut di tengah gurun pasir yang luas sekali. Berkilo-kilo meter jarak sudah ditempuh sampai ia pun kehabisan bekal makanan dan minuman. Maka mulailah ia menderita kelaparan dan kehausan serta kepanasan di tengah gurun pasir yang tidak ada tempat berteduh
.
Lama-kelamaan, ia pun mulai putus asa dan berpikir ia akan mati di tengah gurun pasir yang tidak ada seorang pun yang melintas. Dengan sisa semangat dan tenaga yang sudah tidak seberapa lagi, ia terus berjalan, dan akhirnya ia melihat sebuah Oase yang rindang serta mendengar gemericik air yang merdu. Dengan mata terbelalak, ia berseru dalam hati, “Ini adalah keajaiban bagi saya!!!†Ia pun dengan tertatih-tatih berlari menuju ke arah Oase tersebut dan segera meneguk sebanyak mungkin air yang segar dari Oase tersebut.
Setelah puas, ia pun bersandar di sebuah pohon palem yang rindang diantara semak-semak. Diantara sadar dan tidurnya karena sudah kecapean, ia bergumam, “Sekarang saya sudah tidak haus lagi, tapi saya tetap lapar. Alangkah senangnya kalau ada makanan enak yang bisa saya santap sampai kenyang.†Tiba-tiba, diantara pandangan matanya yang sudah setengah pejam, samar-samar ia melihat banyak sekali makanan di hadapannya yang sudah siap disantap. Ada berbagai macam bentuk dan rasa roti, keju, berbagai macam daging dengan cara hidangan yang berbeda, sayur-sayuran dan buah-buahan segar, susu, anggur, dan beraneka makanan kecil lainnya. Ia terbelalak dan berseru dalam hatinya, “Waw!!! Ini benar-benar keajaiban!!!†Tanpa pikir panjang lagi, ia segera menyambar makanan-makanan di hadapannya dan menyantapnya dengan rakus, karena sudah kelaparan. Sedang enak-enaknya makan, ia pun berpikir “Alangkah enaknya kalau ada wanita-wanita cantik yang menari di hadapan saya, sementara saya makan, seperti gaya hidup seorang raja.†Maka muncullah dari semak-semak wanita-wanita cantik yang menari di hadapannya lengkap dengan pemain musiknya.
Sekali lagi ia terkejut, namun ia senang sekali karena apa saja yang dipikirkannya langsung menjadi kenyataan. Setelah kenyang dengan makanannya, ia pun berbaring sambil santai menyaksikan tarian gemulai dari para penari-penari cantik tadi. Kemudian ia pun berniat ingin mencoba “kesaktian†barunya dengan memikirkan sesuatu yang lain yaitu, “saya menginginkan ada wanita cantik yang memijat tubuh saya yang kelelahan, ada yang menyuapi saya buah-buahan dan makanan kecil, ada yang mengipaskan angin, ada yang meminyaki kulit saya yang telah terbakar panas matahari…†Kemudian apa yang menjadi keinginannya pun terkabul, tapi ia tidak lagi kaget, tapi senang sekali. Namun ia penasaran, dari mana datangnya “kesaktian†barunya itu? Sebenarnya ia tidak sadar bahwa ia telah berada di bawah pohon ajaib yang bisa mengabulkan setiap permintaan orang, dengan hanya memikirkannya. Ia tidak mendapat jawabannya dan jatuh tertidur karena kecapean dan kekenyangan ditambah nikmatnya pijatan wanita-wanita cantik. Namun sebentar kemudian ia terhentak, terbangun dan ia berpikir, “Wah!!! Ini kan negeri 1001 malam yang terkenal dengan magisnya dan angker? Jangan-jangan mereka ini adalah siluman yang akan membunuh saya setelah membuat saya terlelap dengan enaknya? Jangan-jangan para wanita ini akan menjadi ular-ular berbisa yang mematuk saya hingga mati? Jangan-jangan makanan dan minuman yang saya makan tadi beracun? Jangan-jangan … jangan-jangan …†Ia ketakutan dengan berbagai macam pikiran negatifnya. Dan … apa yang menjadi pikirannya pun menjadi kenyataan. Kelanjutan ceritanya, Anda pasti bisa menebaknya . . .
Alkisah ada seorang musafir yang berkelana ke berbagai negeri untuk melihat dunia. Suatu hari, sampailah ia di negeri tempat asal dongeng 1001 malam yang penuh magis itu. Ia tersesat dalam perjalanannya melintasi negeri tersebut di tengah gurun pasir yang luas sekali. Berkilo-kilo meter jarak sudah ditempuh sampai ia pun kehabisan bekal makanan dan minuman. Maka mulailah ia menderita kelaparan dan kehausan serta kepanasan di tengah gurun pasir yang tidak ada tempat berteduh
.
Lama-kelamaan, ia pun mulai putus asa dan berpikir ia akan mati di tengah gurun pasir yang tidak ada seorang pun yang melintas. Dengan sisa semangat dan tenaga yang sudah tidak seberapa lagi, ia terus berjalan, dan akhirnya ia melihat sebuah Oase yang rindang serta mendengar gemericik air yang merdu. Dengan mata terbelalak, ia berseru dalam hati, “Ini adalah keajaiban bagi saya!!!†Ia pun dengan tertatih-tatih berlari menuju ke arah Oase tersebut dan segera meneguk sebanyak mungkin air yang segar dari Oase tersebut.
Setelah puas, ia pun bersandar di sebuah pohon palem yang rindang diantara semak-semak. Diantara sadar dan tidurnya karena sudah kecapean, ia bergumam, “Sekarang saya sudah tidak haus lagi, tapi saya tetap lapar. Alangkah senangnya kalau ada makanan enak yang bisa saya santap sampai kenyang.†Tiba-tiba, diantara pandangan matanya yang sudah setengah pejam, samar-samar ia melihat banyak sekali makanan di hadapannya yang sudah siap disantap. Ada berbagai macam bentuk dan rasa roti, keju, berbagai macam daging dengan cara hidangan yang berbeda, sayur-sayuran dan buah-buahan segar, susu, anggur, dan beraneka makanan kecil lainnya. Ia terbelalak dan berseru dalam hatinya, “Waw!!! Ini benar-benar keajaiban!!!†Tanpa pikir panjang lagi, ia segera menyambar makanan-makanan di hadapannya dan menyantapnya dengan rakus, karena sudah kelaparan. Sedang enak-enaknya makan, ia pun berpikir “Alangkah enaknya kalau ada wanita-wanita cantik yang menari di hadapan saya, sementara saya makan, seperti gaya hidup seorang raja.†Maka muncullah dari semak-semak wanita-wanita cantik yang menari di hadapannya lengkap dengan pemain musiknya.
Sekali lagi ia terkejut, namun ia senang sekali karena apa saja yang dipikirkannya langsung menjadi kenyataan. Setelah kenyang dengan makanannya, ia pun berbaring sambil santai menyaksikan tarian gemulai dari para penari-penari cantik tadi. Kemudian ia pun berniat ingin mencoba “kesaktian†barunya dengan memikirkan sesuatu yang lain yaitu, “saya menginginkan ada wanita cantik yang memijat tubuh saya yang kelelahan, ada yang menyuapi saya buah-buahan dan makanan kecil, ada yang mengipaskan angin, ada yang meminyaki kulit saya yang telah terbakar panas matahari…†Kemudian apa yang menjadi keinginannya pun terkabul, tapi ia tidak lagi kaget, tapi senang sekali. Namun ia penasaran, dari mana datangnya “kesaktian†barunya itu? Sebenarnya ia tidak sadar bahwa ia telah berada di bawah pohon ajaib yang bisa mengabulkan setiap permintaan orang, dengan hanya memikirkannya. Ia tidak mendapat jawabannya dan jatuh tertidur karena kecapean dan kekenyangan ditambah nikmatnya pijatan wanita-wanita cantik. Namun sebentar kemudian ia terhentak, terbangun dan ia berpikir, “Wah!!! Ini kan negeri 1001 malam yang terkenal dengan magisnya dan angker? Jangan-jangan mereka ini adalah siluman yang akan membunuh saya setelah membuat saya terlelap dengan enaknya? Jangan-jangan para wanita ini akan menjadi ular-ular berbisa yang mematuk saya hingga mati? Jangan-jangan makanan dan minuman yang saya makan tadi beracun? Jangan-jangan … jangan-jangan …†Ia ketakutan dengan berbagai macam pikiran negatifnya. Dan … apa yang menjadi pikirannya pun menjadi kenyataan. Kelanjutan ceritanya, Anda pasti bisa menebaknya . . .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar