November 26, 2008
HIPNOTIS
*** Apa Beda Impian Dan Lamunan ***
~~~~~***~~~~ ~***~~~~~ ***~~~~~* **~~~~~
Apa Beda Impian Dan Lamunan
Sebagian orang mungkin belum begitu bisa membedakan
definisi kata IMPIAN dan LAMUNAN. Memang seringkali
kedua kata ini ("impian" dan "lamunan")
dicampuradukkan pemakaiannya dalam suatu kalimat atau
ucapan. Perlu saya tegaskan di sini, Impian BUKAN
Lamunan dan Lamunan BUKANLAH Impian. Menurut saya,
"lamunan" bisa didefinisikan sebagai "khayalan
orang-orang yang kurang kerjaan, yang tidak mungkin
dicapai", bisa juga berarti "pikiran tidak menentu,
yang tidak jelas ujung pangkalnya, yang dilakukan oleh
orang-orang kurang waras". Atau makna "lamunan" paling
ringan adalah, "khayalan anak-anak yang tidak bisa
dicapai olehnya", misalnya banyak anak-anak berkhayal
ingin menjadi tokoh super hero pujaannya, seperti
Superm! an, Batman, Spiderman, Wonder Woman, dan lain
sebagainya; yang tentu saja mereka tidak mungkin bisa
menjadi seperti pujaannya.
Saya coba berikan contoh lamunan orang dewasa, yaitu:
orang-orang kurang kerjaan dan tidak waras, seringkali
punya khayalan untuk menjadi seorang yang "sakti
mandraguna", yang kebal terhadap senjata dan bisa
dengan mudah mendatangkan uang; atau mereka ini
melamun dengan "berkhayal" bisa melakukan perjalanan
menembus dimensi lain, bisa menghilang, bisa kaya raya
dengan mudah dan berpindah ke tempat-tempat lain
sesuka hatinya.
Tentu saja mereka itu tidak mungkin bisa menjadi
seperti apa yang ada dilamunannya, apalagi tipe
seperti mereka itu jelas-jelas termasuk "tipe pemalas"
yang tidak suka bekerja keras, tergolong kelas orang
instant, maunya langsung jadi dengan tanpa usaha sama
sekali. Lamunan mereka ini, cuma ada di pikirannya,
dan tanpa energi semangat juang, sehingga tidak
mungkin bisa diwujudkannya.
Ada lagi contoh "lamunan" yang sudah akrab dengan
budaya sebagian masyarakat kita, yaitu "judi". Anda
tentu ingat, pernah mendengar istilah "lotre", "nalo",
"porkas", "sumbangan dana sejahtera bersama atau
SDSB", dan sinonim-sinonim lainnya. Dan, yang sangat
disesalkan.. .justru hal itu diprakarsai oleh
pemerintah kita, meskipun akhirnya banyak ditentang
karena itu "jelmaan" dari "judi". Nah, banyak orang
sudah tahu jika "lotre" dan nama-nama sinomimnya itu
merupakan "judi", yang jelas-jelas tidak dapat
dihitung secara akuntansi tentang untung ruginya, dan
tidak dapat diduga sebelumnya.. .sampai sejauh mana
bisa memperoleh kemenangan; toh...orang- orang dewasa
yang sudah paham tetap saja mau "membuang uang" yang
didapatnya dengan susah payah bekerja, hanya untuk
membeli "karcis lotre".
Anda sudah tahu kenyataan dari "lamunan judi"
tersebut, bukan? Jelas! JUDI membuat orang jadi
sengsara, jadi melarat; seperti di dalam lagu "Judi"
yang dikumandangkan oleh Bang Haji Rhoma Irama. JUDI
itu sudah jelas merupakan LAMUNAN BUKAN IMPIAN. Dalam
"judi", kesempatan untuk menderita seumur hidup jauh
lebih besar daripada mendapatkan kebahagiaan karena
memenangi "judi". Yang! menyedihkan, banyak
orang-orang yang sebenarnya sudah tahu tentang hal
itu, serta sebenarnya mereka mempunyai potensi
sukses...harus menekan dan membuang "impian-impian"
besarnya, hanya karena lebih tergoda "condong" untuk
memilih lamunannya. Inilah bahaya besar dari
"lamunan", yang seringkali bisa mengalahkan "impian",
jika Anda tidak waspada.
Bertolak belakang dengan lamunan, adalah IMPIAN; oleh
karena suatu "impian" itu bisa saja berubah menjadi
kenyataan. Definisi "impian" yang bagus menurut saya
adalah seperti kata Napoleon Hill, "Impian adalah
cetak biru (blue print) untuk prestasi terbesar Anda".
Ini memberi arti bahwa ketika Anda punya impian yang
melukiskan gambaran mental mengenai sasaran-sasaran
hidup Anda, yang ingin Anda jalani nantinya di
kehidupan nyata; dan melibatkan segenap emosi jiwa
Anda, sehingga meresap ke dalam pikiran bawah sadar
Anda; maka "impian" Anda tersebut akan benar-benar
mengarahkan dan menuntun Anda untuk mendapatkan
realitas fisiknya...the dream comes true...
Itulah sesungguhnya makna dari "impian sejati", dan
bukannya "lamunan kosong". Pada "impian" terdapat
kandungan "keinginan", dan "kemauan" yang dilandasi
oleh "semangat juang" luar biasa prima untuk
benar-benar mendapatkan realitanya. Sedangkan
"lamunan" tidak memiliki hal itu.
Anda boleh saja mempunyai impian aneh dan tidak wajar
saat itu, misalnya seperti Thomas Alva Edison yang
berhasil membuat bola lampu listrik. Atau Wright
Bersaudara, yang mimpi bisa terbang, sehingga berhasil
membuat pesawat terbang. Impian Thomas Alva Edison dan
Wright Bersaudara ini pada masa itu juga dianggap
aneh, mustahil, dan "mengada-ada" oleh orang-orang
yang mengenalnya. Tetapi karena mereka mempunyai
kekuatan mimpi yang sangat besar, maka impiannya
benar-benar bisa diwujudkan secara nyata dalam bentuk
fisiknya.
Atau sekarang ini, mimpi membuat "pesawat ulang-alik"
ke bulan dan planet-planet lainnya, membuat teknologi
3G, teknologi Nano, dan lain sebagainya, sekarang ini
bisa Anda manfaatkan. Meskipun impian itu tergolong
aneh, tidak wajar dan "nyentrik" pada saat awalnya,
tapi itu sesungguhnya sesuatu yang "kongkrit" dan bisa
dicapai. Itulah perbedaan antara impian dan
lamunan...IMPIAN pasti dapat dicapai...kalau LAMUNAN
cuma harapan kosong...
~~~~~***~~~~ ~***~~~~~ ***~~~~~* **~~~~~
Apa Beda Impian Dan Lamunan
Sebagian orang mungkin belum begitu bisa membedakan
definisi kata IMPIAN dan LAMUNAN. Memang seringkali
kedua kata ini ("impian" dan "lamunan")
dicampuradukkan pemakaiannya dalam suatu kalimat atau
ucapan. Perlu saya tegaskan di sini, Impian BUKAN
Lamunan dan Lamunan BUKANLAH Impian. Menurut saya,
"lamunan" bisa didefinisikan sebagai "khayalan
orang-orang yang kurang kerjaan, yang tidak mungkin
dicapai", bisa juga berarti "pikiran tidak menentu,
yang tidak jelas ujung pangkalnya, yang dilakukan oleh
orang-orang kurang waras". Atau makna "lamunan" paling
ringan adalah, "khayalan anak-anak yang tidak bisa
dicapai olehnya", misalnya banyak anak-anak berkhayal
ingin menjadi tokoh super hero pujaannya, seperti
Superm! an, Batman, Spiderman, Wonder Woman, dan lain
sebagainya; yang tentu saja mereka tidak mungkin bisa
menjadi seperti pujaannya.
Saya coba berikan contoh lamunan orang dewasa, yaitu:
orang-orang kurang kerjaan dan tidak waras, seringkali
punya khayalan untuk menjadi seorang yang "sakti
mandraguna", yang kebal terhadap senjata dan bisa
dengan mudah mendatangkan uang; atau mereka ini
melamun dengan "berkhayal" bisa melakukan perjalanan
menembus dimensi lain, bisa menghilang, bisa kaya raya
dengan mudah dan berpindah ke tempat-tempat lain
sesuka hatinya.
Tentu saja mereka itu tidak mungkin bisa menjadi
seperti apa yang ada dilamunannya, apalagi tipe
seperti mereka itu jelas-jelas termasuk "tipe pemalas"
yang tidak suka bekerja keras, tergolong kelas orang
instant, maunya langsung jadi dengan tanpa usaha sama
sekali. Lamunan mereka ini, cuma ada di pikirannya,
dan tanpa energi semangat juang, sehingga tidak
mungkin bisa diwujudkannya.
Ada lagi contoh "lamunan" yang sudah akrab dengan
budaya sebagian masyarakat kita, yaitu "judi". Anda
tentu ingat, pernah mendengar istilah "lotre", "nalo",
"porkas", "sumbangan dana sejahtera bersama atau
SDSB", dan sinonim-sinonim lainnya. Dan, yang sangat
disesalkan.. .justru hal itu diprakarsai oleh
pemerintah kita, meskipun akhirnya banyak ditentang
karena itu "jelmaan" dari "judi". Nah, banyak orang
sudah tahu jika "lotre" dan nama-nama sinomimnya itu
merupakan "judi", yang jelas-jelas tidak dapat
dihitung secara akuntansi tentang untung ruginya, dan
tidak dapat diduga sebelumnya.. .sampai sejauh mana
bisa memperoleh kemenangan; toh...orang- orang dewasa
yang sudah paham tetap saja mau "membuang uang" yang
didapatnya dengan susah payah bekerja, hanya untuk
membeli "karcis lotre".
Anda sudah tahu kenyataan dari "lamunan judi"
tersebut, bukan? Jelas! JUDI membuat orang jadi
sengsara, jadi melarat; seperti di dalam lagu "Judi"
yang dikumandangkan oleh Bang Haji Rhoma Irama. JUDI
itu sudah jelas merupakan LAMUNAN BUKAN IMPIAN. Dalam
"judi", kesempatan untuk menderita seumur hidup jauh
lebih besar daripada mendapatkan kebahagiaan karena
memenangi "judi". Yang! menyedihkan, banyak
orang-orang yang sebenarnya sudah tahu tentang hal
itu, serta sebenarnya mereka mempunyai potensi
sukses...harus menekan dan membuang "impian-impian"
besarnya, hanya karena lebih tergoda "condong" untuk
memilih lamunannya. Inilah bahaya besar dari
"lamunan", yang seringkali bisa mengalahkan "impian",
jika Anda tidak waspada.
Bertolak belakang dengan lamunan, adalah IMPIAN; oleh
karena suatu "impian" itu bisa saja berubah menjadi
kenyataan. Definisi "impian" yang bagus menurut saya
adalah seperti kata Napoleon Hill, "Impian adalah
cetak biru (blue print) untuk prestasi terbesar Anda".
Ini memberi arti bahwa ketika Anda punya impian yang
melukiskan gambaran mental mengenai sasaran-sasaran
hidup Anda, yang ingin Anda jalani nantinya di
kehidupan nyata; dan melibatkan segenap emosi jiwa
Anda, sehingga meresap ke dalam pikiran bawah sadar
Anda; maka "impian" Anda tersebut akan benar-benar
mengarahkan dan menuntun Anda untuk mendapatkan
realitas fisiknya...the dream comes true...
Itulah sesungguhnya makna dari "impian sejati", dan
bukannya "lamunan kosong". Pada "impian" terdapat
kandungan "keinginan", dan "kemauan" yang dilandasi
oleh "semangat juang" luar biasa prima untuk
benar-benar mendapatkan realitanya. Sedangkan
"lamunan" tidak memiliki hal itu.
Anda boleh saja mempunyai impian aneh dan tidak wajar
saat itu, misalnya seperti Thomas Alva Edison yang
berhasil membuat bola lampu listrik. Atau Wright
Bersaudara, yang mimpi bisa terbang, sehingga berhasil
membuat pesawat terbang. Impian Thomas Alva Edison dan
Wright Bersaudara ini pada masa itu juga dianggap
aneh, mustahil, dan "mengada-ada" oleh orang-orang
yang mengenalnya. Tetapi karena mereka mempunyai
kekuatan mimpi yang sangat besar, maka impiannya
benar-benar bisa diwujudkan secara nyata dalam bentuk
fisiknya.
Atau sekarang ini, mimpi membuat "pesawat ulang-alik"
ke bulan dan planet-planet lainnya, membuat teknologi
3G, teknologi Nano, dan lain sebagainya, sekarang ini
bisa Anda manfaatkan. Meskipun impian itu tergolong
aneh, tidak wajar dan "nyentrik" pada saat awalnya,
tapi itu sesungguhnya sesuatu yang "kongkrit" dan bisa
dicapai. Itulah perbedaan antara impian dan
lamunan...IMPIAN pasti dapat dicapai...kalau LAMUNAN
cuma harapan kosong...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar