November 26, 2008
MAKNA
***Meraih Hidup Penuh Makna***
"Hidup bukan hanya untuk diri sendiri", pernahkah Anda
mendengar kata-kata tersebut? Kalau kita cermati lebih
dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas
yakni Hidup ini sesungguhnya bukan kehendak kita,
tetapi kehendak Allah Tuhan Yang Maha Memiliki
Kehidupan. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita
sendiri, melainkan HIDUP untuk memberikan manfaat bagi
orang lain dan kehidupan alam semesta ini.
Kalau kita melakukan sebuah perjalanan ke dalam diri
kita sendiri "inner journey", maka kita akan menemukan
bahwa sesungguhnya diri kita ini sangat mengagumkan.
Bahwa hidup kita ini sangat mengagumkan, maka
sepantasnya kalau kemudian kita menghargai kehidupan
kita ini, menggunakan hidup ini untuk lebih bermakna.
Menghargai HIDUP berarti menjalani hidup ini penuh
makna, menggunakan hidup ini untuk memberikan manfaat
bagi kesejahteraan diri sendiri, keluarga dan
orang-orang di sekitar kita.
Bagaimana menggunakan hidup kita agar menjadi lebih
bermakna ? Bagaimana menghargai hidup yang sudah
diberikan oleh Tuhan Yang Memiliki Kehidupan ? Apa
yang harus dilakukan dalam hidup agar menjadi lebih
bermakna ? Tentu banyak sekali jawaban-jawaban yang
bisa dituliskan dalam menghargai hidup ini. Banyak
sekali cara-cara dalam menggunakan hidup menjadi lebih
bermakna. Namun disini saya berbagi bebera tips dalam
menghargai hidup kita ini.
1. Mengubah Orientasi Hidup Lebih Memikirkan Orang
Lain
Pikirkan sejenak, apakah Anda sering memikirkan diri
sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir
bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin pekerjaan
lebih baik, ingin penghasilan lebih tinggi, ingin
rumah lebih mewah, ingin mobil mewah baru, ingin
bisnis lebih besar, ingin hidup lebih kaya dan
ingin-ingin yang lainnya. Kalau hal itu yang selalu
ada dalam pikiran kita, artinya lebih sering
memikirkan diri sendiri. Kalau itu yang memenuhi benak
pikiran kita, artinya kita hanya berpusat pada diri
sendiri dan mementingkan diri sendiri.
Dalam buku saya The Art of Life Revolution, yang
diterbitkan oleh Elex Media, salah satu cara untuk
"merevolusi" hidup kita adalah memulai mengubah pusat
hidup kita dengan memikirkan orang lain. Misalnya
memikirkan bagaimana membantu anak-anak yatim agar
bisa bersekolah, membantu fakir miskin yang kesulitan
membeli sembako, bagaimana membantu memberikan
pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak
berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang
yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita
sudah mulai memikirikan orang lain, tidak hanya
memikirkan diri sendiri saja. Ini akan membawa kita
lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan
keberuntungan dalam hidup.
2. Meningkatkan empati kepada orang lain.
Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu
cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati berbeda
pengertiannya dengan sikap simpati. Sikap simpati
lebih merupakan kesepakatan penilaian terhadap orang
lain. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada
mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain
secara emosional dan intelektual. Artinya kita
menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan
kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang
lain.
Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui
kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan
hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang
lain.
Bagaimana caranya ?. Kita dapat memulainya dengan
menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa
kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk
mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki
kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan
orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai
kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan
memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.
3. Banyak Melepaskan Energi Positif.
Melepaskan energi positif artinya banyak melakukan
pekerjaan-pekerjaan positif. Memandang hidup ini dari
kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal
positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada
saat menolong orang yang sedang benar-benar
kesuksesan, misalnya ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan
yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain
adalah pekerjaan positif, artinya kita melepaskan
energi positif kepada orang lain.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepasakan
energi positif ini, diantaranya mungkin anda punya
semangat, punya ide, punya solusi bagi orang lain,
maka berbagilah semangat, ide dan solusi itu dengan
orang lain. Anda memiliki pemikiran-pemikiran
posisitif, maka jangan malas menulisnya dan kirimkan
melalui milis untuk orang lain. Semakin banyak anda
melakukan pekerjaan positif, semakin banyak energi
positif yang keluar dan semakin banyak yang akan
kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya
dalam bentuk yang berbeda, misalnya kebahagiaan hati,
kepuasaan jiwa, ketenangan hidup bahkan bisa saja
berbagai kemudahan rejeki, dll.
4. Hadapkan Wajah Hanya Kepada Allah
Hidup ini hanyalah 'pemberian' dari Yang Maha Memberi.
Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya
kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan
kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan
kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan
kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara
kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.
Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga
keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit
dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati
nurani. Karena hati adalah pusat makna tertinggi dalam
kehidupan yang didalamnya sudah ada sifat-sifat mulia
Allah Tuhan Yang Maha Esa. Menghadapkan wajah kepada
Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada
Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah,
melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, ma
upun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan
ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan.
Meskipun demikian tidak pernah berhenti ber-ikhtiar
melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras. Lebih
lengkap dapat dibaca di buku "The Art of Life
Revolution" yang diterbitkan Elex Media. Semoga
bermanfaat untuk kita semua.
"Hidup bukan hanya untuk diri sendiri", pernahkah Anda
mendengar kata-kata tersebut? Kalau kita cermati lebih
dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas
yakni Hidup ini sesungguhnya bukan kehendak kita,
tetapi kehendak Allah Tuhan Yang Maha Memiliki
Kehidupan. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita
sendiri, melainkan HIDUP untuk memberikan manfaat bagi
orang lain dan kehidupan alam semesta ini.
Kalau kita melakukan sebuah perjalanan ke dalam diri
kita sendiri "inner journey", maka kita akan menemukan
bahwa sesungguhnya diri kita ini sangat mengagumkan.
Bahwa hidup kita ini sangat mengagumkan, maka
sepantasnya kalau kemudian kita menghargai kehidupan
kita ini, menggunakan hidup ini untuk lebih bermakna.
Menghargai HIDUP berarti menjalani hidup ini penuh
makna, menggunakan hidup ini untuk memberikan manfaat
bagi kesejahteraan diri sendiri, keluarga dan
orang-orang di sekitar kita.
Bagaimana menggunakan hidup kita agar menjadi lebih
bermakna ? Bagaimana menghargai hidup yang sudah
diberikan oleh Tuhan Yang Memiliki Kehidupan ? Apa
yang harus dilakukan dalam hidup agar menjadi lebih
bermakna ? Tentu banyak sekali jawaban-jawaban yang
bisa dituliskan dalam menghargai hidup ini. Banyak
sekali cara-cara dalam menggunakan hidup menjadi lebih
bermakna. Namun disini saya berbagi bebera tips dalam
menghargai hidup kita ini.
1. Mengubah Orientasi Hidup Lebih Memikirkan Orang
Lain
Pikirkan sejenak, apakah Anda sering memikirkan diri
sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir
bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin pekerjaan
lebih baik, ingin penghasilan lebih tinggi, ingin
rumah lebih mewah, ingin mobil mewah baru, ingin
bisnis lebih besar, ingin hidup lebih kaya dan
ingin-ingin yang lainnya. Kalau hal itu yang selalu
ada dalam pikiran kita, artinya lebih sering
memikirkan diri sendiri. Kalau itu yang memenuhi benak
pikiran kita, artinya kita hanya berpusat pada diri
sendiri dan mementingkan diri sendiri.
Dalam buku saya The Art of Life Revolution, yang
diterbitkan oleh Elex Media, salah satu cara untuk
"merevolusi" hidup kita adalah memulai mengubah pusat
hidup kita dengan memikirkan orang lain. Misalnya
memikirkan bagaimana membantu anak-anak yatim agar
bisa bersekolah, membantu fakir miskin yang kesulitan
membeli sembako, bagaimana membantu memberikan
pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak
berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang
yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita
sudah mulai memikirikan orang lain, tidak hanya
memikirkan diri sendiri saja. Ini akan membawa kita
lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan
keberuntungan dalam hidup.
2. Meningkatkan empati kepada orang lain.
Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu
cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati berbeda
pengertiannya dengan sikap simpati. Sikap simpati
lebih merupakan kesepakatan penilaian terhadap orang
lain. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada
mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain
secara emosional dan intelektual. Artinya kita
menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan
kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang
lain.
Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui
kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan
hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang
lain.
Bagaimana caranya ?. Kita dapat memulainya dengan
menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa
kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk
mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki
kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan
orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai
kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan
memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.
3. Banyak Melepaskan Energi Positif.
Melepaskan energi positif artinya banyak melakukan
pekerjaan-pekerjaan positif. Memandang hidup ini dari
kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal
positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada
saat menolong orang yang sedang benar-benar
kesuksesan, misalnya ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan
yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain
adalah pekerjaan positif, artinya kita melepaskan
energi positif kepada orang lain.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepasakan
energi positif ini, diantaranya mungkin anda punya
semangat, punya ide, punya solusi bagi orang lain,
maka berbagilah semangat, ide dan solusi itu dengan
orang lain. Anda memiliki pemikiran-pemikiran
posisitif, maka jangan malas menulisnya dan kirimkan
melalui milis untuk orang lain. Semakin banyak anda
melakukan pekerjaan positif, semakin banyak energi
positif yang keluar dan semakin banyak yang akan
kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya
dalam bentuk yang berbeda, misalnya kebahagiaan hati,
kepuasaan jiwa, ketenangan hidup bahkan bisa saja
berbagai kemudahan rejeki, dll.
4. Hadapkan Wajah Hanya Kepada Allah
Hidup ini hanyalah 'pemberian' dari Yang Maha Memberi.
Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya
kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan
kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan
kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan
kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara
kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.
Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga
keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit
dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati
nurani. Karena hati adalah pusat makna tertinggi dalam
kehidupan yang didalamnya sudah ada sifat-sifat mulia
Allah Tuhan Yang Maha Esa. Menghadapkan wajah kepada
Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada
Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah,
melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, ma
upun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan
ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan.
Meskipun demikian tidak pernah berhenti ber-ikhtiar
melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras. Lebih
lengkap dapat dibaca di buku "The Art of Life
Revolution" yang diterbitkan Elex Media. Semoga
bermanfaat untuk kita semua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar